Siapa bilang tunanetra tidak bisa nge-blog?

Blog EntryRamaditya on Koran Kontan (KONTAN)May 9, '08 4:13 AM
for everyone

Temans, berikut ini adalah artikel berseri tentang penulis yang dimuat di Koran Kontan edisi 7, 8, dan 9 Mei 2008. Semoga dapat bermanfaat dan kembali memotivasi kita semua.

PS: Special thanks goes to my Donkey Kong girl for her awesome transcription...

==========

Ramaditya, Tunanetra Komposer Musik Untuk Game

Media: Koran Kontan
Oleh: Dessy Aritonang
Ditulis Ulang Oleh: Putu Sukartini (Donkey Kong Girl)

***BAGIAN 1: 7 MEI 2008***

Tak banyak orang yang berani berjuang menghadapi kekurangan, bahkan mampu mengatasi kesulitan lantaran keterbatasan fisik.  Tapi, Eko Ramaditya Adikara mampu mengatasi hal itu.  Meski menyandang tunanetra sejak kecil, ia mampu berprestasi.  Baik prestasi yang ia raih disekolah maupun diluar pendidikan formal.  Kuncinya adalah keyakinan.

Kekurangan secara fisik terbukti bukan penghalang untuk berkreasi.  Itulah yang terjadi pada Eko Ramaditya Adikara (27 tahun).  Meski terlahir sebagai tunanetra, Rama, begitu ia disapa, tetap menjalani hidup seperti orang kebanyakan.  Bahkan prestasinya mampu melebihi orang normal.

Dalam kekurangan fisiknya, Rama berhasil menyelesaikan Sarjana Sastra Inggris di Universitas Darma Persada, Jakarta Timur.  Tapi, bukan bekal ilmu itu yang membuatnya menanjak.  Ia justru lebih senang menggeluti hobi dibidang teknologi informasi (IT) secara otodidak.

Kini, dengan modal hobi dan pengetahuannya dibidang IT yang kini ia tekuni sejak sepuluh tahun terakhir, Rama lebih dikenal sebagai komposer musik program permainan (games) sound engineer, dan jurnalis lepas dibeberapa majalah.  Bahkan, sejak lima tahun terakhir, ia menegaskan reputasi sebagai profesional dibidang itu.

Kalau bukan atas dukungan kuat dari orang tua, barangkali Rama tak akan berprestasi seperti sekarang,  Ia lahir sudah dalam keadaan tunanetra.  Karena itu, Rama menjalani masa kecil sebagai anak asrama di Sekolah Luar Biasa Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Meski hidup terpisah dari keluarga, orang tuanya tetap memberi perhatian penuh.  ”orangtua, teman-teman dan yayasan Mitra Netra membantu saya dalam menghadapi visual dan fasilitas.  Tapi saya berusaha tak membebani siapa-siapa” kata sulung dari dua bersaudara ini.

Ketika mulai menginjak pendidikan pertama sekolah menengah pertama, orangtuanya mendorong Rama masuk sekolah umum.  Dukungan orang tua memang tidak sia-sia.  Meski punya kekurangan, rama justru mengukir prestasi dibangku sekolah umum itu.  Dikelasnya ia tak pernah luput menggondol peringkat sepuluh besar.

Sayangnya, ketika hendak melangkah kejenjang perguruan tinggi, dia sempat tersendat.  Waktu itu, selulus Sekolah Menengah Umum (SMU), Rama sempat ditolak mengikuti tes masuk perguruan tinggi.  Tapi sang bapak, Rahadi Sudarsono, tetap memperjuangkan anaknya bisa masuk kuliah di Fakultas Sastra idamannya.

Rama juga mengungkapkan kesungguhan niaynya belajar Bahasa inggris. ”Bila saya tidak bisa mengikuti pelajaran satu atau dua semester, ya, keluarin aja,”  kenangnya.

Perjuangan itu tidak sia-sia.  Pihak universitas akhirnya memperbolehkan Rama kuliah disitu.  Malah, saat kuliah, dosen dan pihak kampus mendukung Rama dengan memberi fasilitas dan keistimewaan.  Tapi fasilitas itu baru diberikan setelah Rama menunjukkan prestasinya.  ”Mengharapkan fasilitas bagi orang cacat itu sulit. Jadi sebaiknya kita tunjukkan dulu kemampuan kita, otomatis akan mendapat fasilitas ,” Ujarnya.

Hobi dan kegiatan Rama di luar kampus mengharumkan nama kampus. ”Siapa sih, yang tidak bangga, seorang tunanetra yang bisa memiliki prestasi.  Sampai saya boleh pakai laptop dosen, lho,” ujarnya.

 

***BAGIAN 2: 8 MEI 2008***

Bagi Eko Ramaditya Adikara atau biasa disapa Rama, belajar hal baru merupakan sebuah kebutuhan.  Bermula dari ketertarikan terhadap bidang teknologi informasi, Rama menjadi piawai menguasai beberapa program.  Kemampuannya mampu menarik minat sebuah perusahaan pengembang game dengan memberikan kesempatan magang untuknya.

Kepiawaian Rama di bidang teknologi informasi bermula dari kegemaran mengulik-ulik program computer.  Ia tak cuma terampil menjalankan berbagai program, tapi juga menghasilkan program komputer terutama untuk program komposisi musik.  ”Bidang TI memiliki prospek yang cerah dan banyak tantangannya.” Ujar Rama, penggemar film adaptasi dari game ini.

Awal ketertarikan Rama dalam bidang ini saat ia mulai bergabung dengan yayasan Mitra Netra pada 1994 silam.  Yayasan ini didirikan untuk membantu para tunanetra mengembangkan pendidikan dan potensi diri.

Di Mitra Netra, untuk pertama kali Rama mempelajari beberapa aplikasi dasar pengolah kata dan data lewat komputer.  Cara belajarnya, Rama memanfaatkan komputer bicara.  Yaitu, komputer yang telah dilengkapi screen reader, sebuah aplikasi yang dapat menterjemahkan teks dilayar monitor dalam bentuk suara.

Pada 1996 bersama seorang mahasiswi yang sedang mengadakan penelitian diyayasan itu, Rama belajar lebih dalam berbagai teknik penguasaan komputer dan teknik mengetik sepuluh jari.  Saking semangatnya menguasai teknik mengetik, Rama menjadi mahir hanya dalam jangka waktu dua bulan.  Ia dapat menulis 60 kata dalam waktu semenit.

Rama juga gemar menyerap ilmu dari berbagai buku dan majalah komputer.  Dari bahan itu, ia mendapat pengetahuan seputar komputer, optimasi sistem operasi serta jaringan.  ”Ayah membantu saya dengan merekam isi buku atau majalah ke bentuk kaset, lalu saya mempelajari dengan mendengarkan kaset itu,” kenang Rama yang menyukai buku cerita fiksi fantasi ini.

Salah satu program komputer yang ia sukai adalah membuat musik.  Klop dengan kegemarannya dengan berbagai program game komputer.  Pada 1997, Rama mulai rajin membuat musik untuk video game.  Hasil karyanya ia kirimkan ke berbagai perusahaan pengembang video game di luar negeri.  Hasil kegigihannya itu, SquareSoft, sebuah perusahaan game dari negeri Sakura menawarinya magang sebagai komposer musik disitu.

Kurang lebih lima tahun lamanya, Rama magang di SquareSoft.  Begitu usai magang, dua tahun silam, sebuah perusahaan raksasa game Nintendo merekrutnya untuk menjadi sound engineer hingga sekarang ini.

Sayangnya, Rama enggan berbagi soal gaji yang ditawarkan Nintendo kepadanya.  Namun, diperkirakan, gajinya selama dua tahun ini sudah cukup untuk membeli sebuah rumah beserta isinya.

Namun bisa menjadi pemasok program musik di Nintendo tak membuat Rama puas.  Ia masih bercita-cita mendirikan tempat kursus untuk pengembangan TI.  Rama mengaku ia ingin mandiri dengan membuka usaha sendiri. “Saat ini, saya menggeluti bisnis jual beli perangkat komputer,” tutur Rama, blak-blakan.

 

***BAGIAN 3: 9 MEI 2008***

Keinginan Eko Ramaditya Adikara atau Rama untuk selalu membuat sesuatu yang berharga diluar keterbatasan fisiknya, mendorong dia untuk berbagi dengan orang lain.  Baginya kebahagiaan tertinggi bisa dicapai jika mampu membuat orang lain berkembang dan menjadi bahagia.

Sukses sebagai ahli teknologi informasi dan pemusik game ditengah keterbatasan fisiknya, tak menjadikan Rama sebagai sosok yang jumawa.  Bagi Rama, keberhasilannya itu harus dibagi dengan orang lain.  Dengan cara ini, ia ingin menunjukkan kepada dunia betapa dia menghargai hidupnya yang tak bisa melihat terangnya dunia.

Tak heran, banyak pihak kerap meminta Rama menjadi motivator diberbagai perusahaan atau sekolah.”Saya menemukan kebahagiaan luar biasa sebagai motivator,” ungkap Rama yang mengaku memiliki tipe kepribadian sanguinis, yakni membuat suasana menyenangkan.

Kalau yang mengundang sekolah, biasanya Rama diminta memberi motivasi bagaimana agar para siswa di sekolah itu selalu bersemangat dalam belajar, terlebih saat menghadapi ujian.  Kadang, ia juga diminta untuk bicara soal pendidikan seks, bahaya narkoba, dan lain sebagainya.

Saking semangatnya Rama sebagai motivator, bahkan ia rela bila pengundangnya tak memberi bayaran.  Baginya, aktivitas sebagai motivator merupakan rekreasi.  Selain itu, ”Saya senang kalau bisa menyemangati banyak orang,” tuturnya.

Rama mengaku tak membuat promosi khusus bagi aktivitasnya sebagai motivator.”Semua muncul dari pemasaran dari mulut ke mulut,”ujarnya.  Misalnya Rama pernah diundang oleh seorang karyawan wanita di sebuah perusahaan.  Ia diminta menyemangati anaknya yang lagi bermasalah.  Lantaran berhasil, karyawan itu bercerita kepada rekan lainnya dan begitu seterusnya. 

Meski banyak kegiatan diluar rumah, Rama mengaku senang.  Dia lebih suka sesuatu yang dinamis.  ”Saya tidak mau mengikuti paradigma bahwa bekerja bersama orang, digaji, mendapat tunjangan atau asuransi itu enak,”tegasnya.  Ia ingin bebas menentukan apa yang akan ia kerjakan tetapi tetap bisa menghasilkan.  Semangat itulah yang membuat Rama merasa dirinya tak memiliki kekurangan fisik.

Rama mempunyai keyakinan bvahwa dengan menjadi orang yang sibuk dengan berbagai kegiatan, justru rezeki yang akan datang dengan sendirinya.  Bahkan, ia tetap menyimpan obsesi dan cita-cita ”Kalau ada kesempatan, aku pengen bikin film, menerbitkan buku tentang perjalanan hidupku,” tutur Rama.

Kini Rama telah memboyong rekor MURI untuk kategori blog pertama di Indonesia yang dibuat oleh seorang tunanetra (ramaditya.com)  Muri memberinya penghargaan itu pada 2003 silam.  Dalam satu bulan ke depan, ia berencana mencetak rekor Muri baru untuk kategori membuat otobiografi yang ia ketik sendiri selama 24 jam nonstop tanpa konsep yang berbentuk fisik.

Rama beranggapan, kalau orang yang kekurangan seperti dirinya mampu berbuat sesuatu, apalagi orang normal.  ”Yang penting adalah bagaimana kita selalu bersikap percaya diri dan optimis keluar dari keterbatasan fisik,”pesannya.

 


 


10 CommentsChronological   Reverse   Threaded
mrpinguin wrote on May 9
i admit youre cool buddy.. btw blm dapet2 nih game watch idaman.. hikss
satriawibawa wrote on May 9
saluuuut buat rama. kalo rama sih emang no doubt lah pokoknya.....
ramaditya wrote on May 9
At mrpinguin: Iya, maaf ya...susah banget nawarnya!
ti2n wrote on May 10
sukses terus ya Rama..!
ramaditya wrote on May 11
Makasih ya Mbak Titin! Sukses juga disana...!
echochandra wrote on May 12
ampun deh, kreatif amat nih temen gue...!! saluut.....
ramaditya wrote on May 12
Ah, cuma sekedar posting kok! Ini yang ngetik Mbak Donkey Kong Girl, hihihihi!
sepatuungu wrote on May 13
salut! salam kenal ya, rama
rachmasafitri wrote on May 14
angkat topi buat mas Rama.. inspiratif sekali
indonesiabertindak wrote on May 14
Salut,
Terkadang memang kelebihan itu terletak pada kekurangan kita,


salam,

indah dan iwan esjepe
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help